Type to search

Kesehatan

Tahan Lama Bahaya Plastik

Share

Plastik, nama popular dari polimer, sebuah material yang tersusun atas rantai panjang karbon dan elemen-elemen sintetis ini memang akrab dengan keseharian masyarakat. Sifatnya yang tahan lama dan ringan menjadi dua mata pisau: mudah digunakan, namun sulit terurai lingkungan.

Dr. Agus Haryono dari LIPI mengatakan bahwa setiap hari orang ketergantungan terhadap plastik semakin tinggi, namun bahaya yang timbulkanya kurang di sadari oleh masyarakat. Tidak hanya berbahaya bagi lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai, plastik juga dapat memberikan bahaya langsung bagi tubuh manusia.

Ketika plastik tidak sengaja masuk ke dalam sistem tubuh, plastik akan terurai dan menjadi dioksin dioksin dapat berbahaya bagi kesehatan, bahkan dapat mengakibatkan kanker. Oksidasi plastik juga tidak dapat berlangsung dengan sempurna, sehingga kadar plastik di dalam tubuh dapat mengakibatkan gangguan sistem saraf, yang dapat berujung pada kerusakan organ lain.

Akhir-akhir ini menjadi viral di media sosial, foto berbagai hewan yang mati karena terdapat banyak plastik di dalam tubuhnya.  Efek plastik untuk kesehatan yang dijelaskan juga berlaku untuk kesehatan hewan, dimana plastik yang teroksidasi dalam tubuh akan menjadi racun yang mengakibatkan kematian.

Selain bahaya langsung tersebut, plastik juga dapat berbahaya secara laten dengan merusak lingkungan. Apabila plastik masuk ke aliran air, ia tidak akan larut sehingga dapat menyumbat aliran dan mengakibatkan berbagai bencana, mulai dari kontaminasi air hingga banjir. Apabila terletak di dalam tanah, plastik akan menghalangi sirkulasi udara dan merusak ekosistem mikro organisme tanah, sehingga dapat menurunkan kesuburan tanah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *